Selasa, 30 Juni 2015

Side Review: Prajurit

SIDE REVIEW: PRAJURIT 




Hasil gambar untuk prajurit
Prajurit

                 Sebagai seorang prajurit, kita tentu tidak boleh gampang patah semangat dalam melakukan tugas yang telah diberikan oleh Komandan kita.
Kita juga tidak selalu bertahan. Sebagai seorang prajurit, kita harus juga menyerang. Bagaimana caranya? Dengan cara menjadi saksi Kristus yang baik dan setia.
                  Dengan memberitahukan tentang Kristus, kita sudah menyerang si Iblis, karena dengan begitu orang-orang yang akan masuk neraka akan berkurang. Tetapi, kita pasti juga tahu, orang-orang sudah tahu yang namanya "Tuhan Yesus", tetapi belum mengenal kasihNya. Karna itu, kita harus bisa mencerminkan kasih dan kemulianNya, supaya orang-orang bisa melihat siapa Yesus itu. Salah satu contohnya seperti ini:
                 Kita digambarkan seperti pemain sepak bola, dan Tuhan Yesus adalah manajernya. Jika, kita tidak bermain baik, atau bisa dibilang melakukan kebaikan terhadap sesama, yang akan dibilang buruk adalah kita, sang pemain. Tetapi, jika kita selalu bermain buruk, yang dihina bukanlah kita lagi, melainkan Tuhan, sang manajer. Pilihan pemain dari sang Manajer akan dipertanyakan, dan itu yang membuat banyak orang tidak percaya sang Manajer.
                 Pemain yang buruk juga akan tidak dipilih dan dimainkan lagi oleh sang Manajer. Jadi, jangan salah paham kalau kita bertindak salah, dan tidak cepat-cepat bertobat dan berbalik, kita tidak akan dipakai Tuhan sedahsyat Petrus dan Paulus. Bahkan, bisa saja Iblis dengan seenaknya menghancurkan kehidupan kita, karena Tuhan akan membiarkannya. 
                 Jadi, sebagai seorang prajurit yang baik, sebaiknya kita melakukan apa yang disuruh oleh sang Komandan. Dan, jika kita 'tersesat', kita harus bertanya kepada Komandan, apa yang harus kita lakukan. Bertahan dengan kuat, begitu juga menyerang. Semoga kita menjadi alat yang dipakai oleh Tuhan. Amin!


-Terima kasih telah membaca renungan di renungankristenanakmuda.blogspot.com :). Semoga renungan ini bisa membuat kita menjadi lebih bertumbuh di dalam Kristus. Amin!-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar