RELA BERKORBAN
| Rela Berkorban |
" Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: "Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita." " - Kejadian 19:34 -
Permainan panjat pinang adalah salah satu permainan yang tidak hanya mengutamakan kerjasama, melainkan kerelaan dan pengerbonan seseorang supaya orang yang lain bisa berdiri di atasnya dan mengambil hadiah yang sudah diikat di atas tiang. Jika tidak ada orang yang rela untuk mengorbankan dirinya di-injak oleh orang lain, tidak akan ada pemenang atas permainan panjat pinang tersebut, karena tidak ada yang dapat menggapai hadiah tersebut sendirian (kecuali memakai tangga atau alat bantu ya).
Begitulah kondisi yang harus dirasakan oleh kedua anak Lot, yang harus menyambung keturunan ayah mereka, supaya keturunan mereka tidak punah. Sebenarnya, kedua anak perempuan Lot sudah mempunyai calon suami masing-masing, tetapi tidak selamat saat Sodom dan Gomora dihancurkan karena tidak memercayai perkataan Lot (Kejadian 19:14). Kalau dilihat dari sisi pandang mereka, mereka tidak perlu memegang tanggung jawab untuk tetap melahirkan keturunan saat itu, karena yang bersalah adalah kedua calon menantu Lot, yang tidak memercayai perkataan Lot. Dan, saat itu juga tidak ada laki-laki yang dapat menghampiri mereka, karena seperti itulah kebiasaan di seluruh bumi pada saat itu (Kejadian 19:31). Kalau kita merasakan kondisi yang sama seperti kedua anak perempuan Lot, apakah kita juga akan melakukan hal yang sama seperti mereka? Pasti mereka juga tidak ingin bersetubuh dengan ayah mereka supaya menyambung keturunan, tapi apa boleh buat. Hal yang ingin saya tekankan di sini adalah bagaimana kita berkorban buat orang lain. Berkorban memang susah, dan perlu kerendahan hati untuk melakukannya. Hal yang sama juga dirasakan oleh Tuhan Yesus ketika disalib. Dia harus disalib bukan karena kesalahanNya, dan disalib oleh orang-orang berdosa. Kalau kita dituduh melakukan tindakan jahat, padahal kita tidak melakukannya, apakah kita marah? Tapi, kenapa Tuhan Yesus mau melakukan itu? Karena Dia memang sudah ditugaskan oleh Allah Bapa untuk menebus kita. Dia berkorban dengan segala kerendahan hati, jika Dia tidak rendah hati, Dia pasti akan marah-marah saat disalib, walaupun Tuhan Yesus memang tidak melakukan perlawanan. Mari kita sama-sama bisa belajar dari kisah pengorbanan Tuhan Yesus dan kedua anak perempuan Lot. Amin!
Doa: Tuhan, terima kasih untuk segala pengorbananMu di atas kayu salib. Mulai sekarang, aku ingin belajar berkorban untuk orang-orang di sekitarku, karena dari situ juga aku bisa melayani sesama dan memantulkan kemuliaanMu. Dalam nama Yesus. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar