Kasih Sejati
| Kasih Sejati |
"Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub."
-Kejadian 25:28-
Anjing dikenal sebagai hewan yang setia terhadap manusia, bahkan anjing juga dipergunakan sebagai alat pelacak bom dan juga tersangka yang melarikan diri sekarang. Tetapi, jika anjing tidak diperlakukan dengan baik oleh majikannya, anjing tersebut tak akan setia terhadap majikannya tersebut. Di lain waktu, anjing tersebut mungkin bisa melawan majikannya sendiri, bahkan, mungkin kabur dari majikannya sendiri.
Begitu juga kasih Ishak terhadap Esau. Ishak lebih mengasihi Esau daripada Yakub, karena Ishak suka daging buruan Esau. Coba kita bayangkan, jika Esau tidak suka berburu dan hanya suka tinggal di dalam rumah seperti Yakub, apakah Esau tetap lebih dikasihi oleh Ishak? Inilah yang disebut sebagai kasih palsu, kasih yang timbul bukan karena terjalinnya suatu hubungan, tetapi karena adanya hadiah dalam bentuk materi ataupun penunjukkan sikap yang baik. Inilah yang dilakukan Ishak. Sedangkan istrinya, Ribka, lebih mengasihi Yakub daripada Esau. Seorang ibu pasti selalu mengasihi semua anak-anaknya, karena anak-anak tersebut adalah darah dagingnya juga, tetapi, kenapa Ribka bisa lebih mengasihi Yakub? Ini yang bisa dikatakan sebagai kasih sejati, kasih yang terjalin karena adanya hubungan. Coba kalau kondisi Yakub sama seperti Esau, yang selalu pergi berburu, hubungan mereka tidak mungkin bisa berkembang, karena tidak ada waktu yang dihabiskan oleh Ribka. Begitu juga kasih Tuhan dengan kita, mungkin kita bisa saja mengasihi Tuhan jika kondisi kita sedang baik, masalah hanya sedikit dan yang bersifat ringan, dan juga kehidupan kita sedang baik secara materi dan rohani. Tetapi, kasih Tuhan kepada kita selalu ada dan tak pernah berubah. Ketika kita melakukan dosa, kenapa kita tidak langsung masuk ke dalam maut? Padahal upah dosa adalah maut? Karena Tuhan sudah menebus kita, yaitu tanda Dia sangat sangat mengasihi kita, dan juga karena Dia masih memberi kita waktu untuk bertobat.
Semoga dari renungan hari ini, kita bisa belajar dan merasakan kasih Tuhan yang selalu setia dan baru terhadap kita setiap harinya. Amin!
Doa: Terima kasih untuk kasihMu untuk-ku dari dulu sampai sekarang. Mulai hari ini, tolong biarkan aku rasakan kasihMu yang sejati itu, supaya aku tahu bahwa Engkau selalu mengasihiku. Dalam nama Yesus. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar