Jumat, 24 Juli 2015

Uang


UANG

Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

-Yakobus 4:3-
                 Andi diberi uang jajan tiap hari Rp20.000, karena orangtuanya tidak sempat menyiapkan bekal untuk Andi saat jam istirahat sekolah. Uang itu sangat pas dengan harga makanan kantin Andi, yang rata-rata Rp10.000-Rp15.000. Hampir tiap hari Andi tidak dapat menyisihkan uang jajannya karena pas untuk makan sehari-harinya di sekolah. Andi merasa cukup dan tidak merasa berkekurangan akan hal itu.
                       Kehidupan doa kita bisa diibaratkan dengan ibarat di atas. Anggap saja uang tersebut menjadi doa. Kita meminta kepada Tuhan, "Tuhan, tolong berikan aku mobil, untuk memudahkan aku pergi bekerja.", Tuhan pasti akan memberikannya, tetapi kita tak tahu, waktunya kapan, bagaimana prosesnya, dan apakah kita masih memiliki iman untuk mengamini hal tersebut. Tetapi, Tuhan tak mungkin mengabulkan doa kita yang berisi "Tuhan, biarkan aku sekali ini tidak kelihatan menyontek." atau "Tuhan, luputkan aku dari segala implikasi daripadaMu.". Inilah yang dimaksudkan ayat di atas. Tuhan tak ingin kita menuruti dan mengabulkan keinginan daging. Tapi, Tuhan akan mengabulkan apa yang kita butuh dan apa yang kita ingin dalam pandangan Tuhan. Semoga, kita tidak meminta lagi berkat dari doa yang hanya untuk memuaskan hawa nafsu kita masing-masing. Amin!

Doa: Tuhan, terima kasih jika kami boleh mengenal Engkau. Itu sebenarnya sudah lebih dari cukup bagi kami. Ajar kami supaya kami bisa menaklukan keinginan daging dan hanya meminta apa yang Engkau mau. Dalam Nama Yesus. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar